Locations of visitors to this page CATATAN PELAJARAN: Meningkatkan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas I SMP Negeri

Selasa, 13 Juli 2010

Meningkatkan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas I SMP Negeri

Meningkatkan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas I SMP Negeri I Danau Panggang Melalui Kuis Numbered Heads Together
Diterbitkan April 25, 2008 Makalah PTK 29 Komentar - komentar
Tag:guru, IPA, Makalah PTK, numbered heads together, pembelajaran, siswa

MAKALAH PTK LAINNYA? KLIK DISINI

Meningkatkan Hasil Belajar Biologi

Siswa Kelas I SMP Negeri 1 Danau Panggang

Melalui Kuis Numbered-Head-Together





*Maulida Hayati



Note: PTK juara I Simposium Guru SMP tingkat propinsi Kalsel di LPMP Banjarbaru tahun 2007, berhak mengikuti Simposium guru tingkat nasional tahun 2007.



Abstrak: Siswa kurang bergairah, kurang aktif dan kelas tidak berpusat pada siswa merupakan masalah yang menyebabkan hasil belajar siswa rendah. Melalui penelitian tindakan kelas (PTK) masalah ini dicoba untuk diatasi dengan mengintegrasikan kuis ke dalam model pembelajaran kooperatif numbered-head-together. PTK dilakukan dalam 2 siklus, dengan tujuan penelitian : mendeskripsikan aktivitas siswa, mengetahui hasil belajar, dan mengetahui respon siswa setelah belajar biologi. Subjek penelitian adalah Siswa Kelas I SMP Negeri 1 Danau Panggang dengan jumlah siswa 23 orang, tahun pelajaran 2006/2007. Data diperoleh melalui observasi, pemberian tes, dan penyebaran angket. Kemudian dianalisilis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa aktivitas siswa meningkat dalam berkelompok, mengerjakan tugas-tugas, berfikir bersama, dan menjawab kuis. Hasil belajar siswa meningkat dan respon terhadap pembelajaran yang dilaksanakan positif.







Kata kunci : hasil belajar, mengintegrasikan, kuis, kooperatif numbered-head together





PENDAHULUAN



Setiap guru menginginkan proses pembelajaran yang dilaksanakannya meyenangkan dan berpusat pada siswa. Siswa antusias mengacungkan tangan untuk menjawab pertanyaan atau memberikan pendapat, bersorak merayakan keberhasilan mereka, bertukar informasi dan saling memberikan semangat. Dan tujuan akhir dari semua proses itu adalah penguasaan konsep dan hasil belajar yang memuaskan.

Sikap kurang bergairah, kurang aktif, kelas kurang berpusat pada siswa, dan kadang-kadang ada yang bermain-main sendiri di dalam kelas, merupakan masalah yang dihadapi SMP Negeri 1 Danau Panggang, khususnya untuk mata pelajaran Biologi pada siswa kelas 1. Dampak buruknya adalah penguasaan konsep dan ketuntasan belajar mereka £ 65% . Kondisi yang seperti ini tentunya sangat tidak diharapkan dalam proses belajar mengajar.

Sebenarnya guru telah berusaha menciptakan pembelajaran agar siswa lebih aktif, diantaranya: pengamatan objek langsung, diskusi kelompok mengerjakan LKS , menggunakan media yang ada di sekolah, dan mengunakan metode tanya-jawab. Namun hasilnya belum dapat meningkatkan gairah dan aktivitas secara maksimal

Jika kondisi yang seperti ini tidak dicarikan alternatif pemecahan masalahnya, maka guru tetap sebagai sumber informasi satu-satunya dikelas, tidak ada tukar informasi, penguasaan konsep dan hasil belajar biologi siswa tetap rendah, dan pembelajaran biologi jadi membosankan.

Menurut Nasution (2000: 94) Pelajaran akan lebih menarik dan berhasil, apabila dihubungkan dengan pengalaman-pengalaman di mana anak dapat melihat, meraba, mengucap, berbuat, mencoba, berfikir, dan sebagainya. Pelajaran tidak hanya bersifat intelektual, melainkan juga bersifat emosional. Kegembiraan belajar dapat mempertinggi hasil pelajaran.

Nur (1996: 25) mengatakan bahwa model pembelajaran kooperatif tidak hanya unggul dalam membantu siswa memahami konsep-konsep IPA yang sulit, tetapi juga sangat berguna untuk menumbuhkan kerjasama, berfikir kritis, kemauan membantu teman dan sebagainya. Pada prinsipnya model pembelajaran kooperatif bertujuan mengembangkan tingkah laku kooperatif antar siswa sekaligus membantu siswa dalam pelajaran akademisnya. Ada banyak variasi pendekatan dalam model pembelajaran kooperatif. Setiap pendekatan memberi penekanan pada tujuan tertentu yang dirancang untuk mempengaruhi pola interaksi siswa.

Numbered head together adalah pendekatan yang dikembangkan untuk melibatkan lebih banyak siswa dalam menelaah materi yang tercakup dalam suatu pelajaran dan mengecek pemahaman mereka terhadap isi pelajaran tersebut. Langkah-langkah yang dilakukan guru dalam pembelajaran kooperatif dengan pendekatan ini menurut Ibrahim, dkk (2000: 28) ada 4 langkah yaitu: penomoran, mengajukan pertanyaan, berfikir bersama, dan menjawab.

Pada hakikatnya belajar adalah wujud aktivitas pada saat terjadinya pembelajaran di kelas. Aktivitas yang dimaksud adalah aktivitas fisik dan mental siswa. Piaget (dalam Nasution: 2000) berpendapat bahwa, seorang anak berfikir sepanjang ia berbuat. Tanpa berbuat, anak tak berfikir. Agar anak berfikir, ia harus diberi kesempatan untuk berbuat sendiri.

Pembelajaran yang mengembangkan diskusi dan kerja kelompok memberikan aktivitas lebih banyak pada siswa. Pernyataan ini didukung pendapat Nasution (2000 : 92), bahwa metode diskusi, sosiodrama, kerja kelompok, pekerjaan diperpustakaan dan laboratorium banyak membangkitkan aktivitas pada anak-anak.

Pengintegrasian kuis seperti acara-acara di TV atau radio ke dalam proses pembelajaran bukan hal yang tidak mungkin merupakan strategi yang dapat menciptakan suasana yang menyenangkan bagi siswa. DePorter (2005) mengatakan bahwa kegembiraan membuat siswa siap belajar lebih mudah dan dapat mengubah sikap negatif.

Berdasarkan pendapat tersebut, untuk mengatasi masalah di atas maka dilakukan penelitian tindakan kelas dengan mengintegrasikan kuis ke dalam proses pembelajaran, dengan harapan pembelajaran biologi jadi menyenangkan, siswa lebih aktif, dan tercapainya tujuan pembelajaran yang diinginkan.

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan aktivitas siswa, mengetahui hasil belajar siswa mengetahui respon siswa terhadap pembelajaran biologi yang mengintegrasikan kuis dengan model pembelajaran kooperatif numbered-head-together.

Manfaat yang diharapkan dari hasil penelitian ini bagi guru, sedikit demi sedikit dapat meningkatkan kompetensinya dalam merancang model pembelajaran yang dapat mengaktifkan siswa dan tidak membosankan. Bagi siswa, lama-kelamaan akan terbiasa terlibat aktif dalam pembelajaran dan tertarik dengan mata pelajaran biologi khususnya dan mata pelajaran lain umumnya. Jika penelitian ini berhasil, sekolah memiliki referensi contoh penelitian yang mungkin dapat dijadikan acuan bagi guru mata pelajaran lain yang menghadapi masalah yang sama.



Metode Penelitian



Dalam penelitian ini yang menjadi subjek penelitian adalah siswa kelas 1 SMP Negeri1 Danau Panggang tahun pelajaran 2006/2007, yang berjumlah 23 orang. Rancangan penelitian adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian terdiri dari 2 siklus. Siklus I dilaksanakan pada tanggal 6 sampai 13 September 2006 dan siklus II dilaksanakan pada tanggal 20 samapai 22 September 2006. Setiap siklusnya melalui tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi.

Teknik-teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah dengan pengamatan, pemberian tes, dan penyebaran angket. Keterlaksanaan RP dianalisis dengan menghitung jumlah butir-butir yang terlaksana dibagi jumlah butir seluruhnya kali 100%. dan memperhatikan butir-butir yang lemah, butir-butir yang kuat serta saran dan komentar pengamat. Sedang aktivitas siswa dianalisis dengan melihat jumlah indikator-indikator yang terpenuhi dari butir-butir aktivitas siswa. Kemudian dideskripsikan berdasarkan kriteria kurang, sedang, baik, dan baik sekali. Untuk menghitung ketuntasan hasil belajar siswa dengan cara menghitung jumlah jawaban benar dibagi jumlah soal kali seratus persen.Data yang diperoleh dari pengisian angket yang disebarkan setelah kegiatan pembelajaran siklus II dilaksanakan, dianalisis secara deskriptif dalam bentuk persentase. Respon siswa dikatakan positif jika jumlah persentase kategori sangat setuju dan setuju lebih dari jumlah persentase kategori sangat tidak setuju, tidak setuju dan tidak menjawab.



Hasil Penelitian dan Pembahasan



Hasil penelitian tindakan yang dilakukan dalam 2 Siklus dapat dilihat pada tabel berikut.



No


Unsur yang diamati


Siklus I


Siklus II

RP 1


RP 2


RP 3


RP 4


RP 5

1.


Keterlaksanaan RP


70%


100%


100%


100%


100%

2.


Aktivitas Siswa


Baik


Baik Sekali


Baik Sekali


Baik Sekali


Baik Sekali

3.


Hasil Belajar


39, 13% Tuntas


78,26% Tuntas

4.


Respon Siswa


Positif



Setelah dilakukan tindakan-tindakan pada siklus I terjadi perubahan suasana kelas. Siswa dengan cepat melaksanakan pembentukan kelompok, sangat antusias untuk menjawab pertanyaan kuis, mendengarkan soal kuis yang dibacakan dengan penuh perhatian. Ini sangat berbeda bila dibandingkan dengan keadaan sebelum tindakan, yakni pada umumnya mereka kurang bersemangat bekerja secara kelompok, dan malas menjawab pertanyaan. Walaupun aktivitas berinteraksi, menyamakan persepsi, saling menanyakan dalam kelompok, dan kurang disiplin dalam menjawab soal masih merupakan butir yang lemah.

Temuan lain pada siklus I adalah waktu tidak cukup, ada siswa yang berjalan untuk melihat hasil kerja kelompok lain, masih ada siswa yang langsung menjawab kuis sebelum ditunjuk, pertanyaan kuis sangat bagus karena berhubungan dengan LKS, tetapi dengan redaksi kalimat yang berbeda.

Masalah-masalah yang ditemukan pada siklus I direfleksi kemudian dievaluasi dan didiskusikan antara guru dengan pengamat untuk menemukan alternatif pemecahannya. Hasilnya adalah guru perlu mengelola waktu dengan baik, memberikan peringatan kepada anggota kelompok untuk mengetahui dan memahami jawaban pertanyaan LKS, perlu bimbingan yang intensif melatihkan pentingnya berfikir bersama, memberikan sanksi bagi anggota kelompok yang tidak disiplin dalam menjawab kuis, dan memperhatikan materi yang ingin disampaikan.

Pada Siklus II aktivitas siswa dalam mengerjakan tugas , berfikir bersama (saling berinteraksi, saling meyakinkan, menyamakan persepsi, saling menanyakan jawaban) dan menjawab kuis merupakan butir-butir yang kuat. Siswa antusias mengerjakan tugas dan menjawab soal kuis.







Pembahasan



Berdasarkan analisis data hasil observasi siklus I, tidak terlaksananya bagian penutup disebabkan materi yang terlalu banyak dan siswa masih belum terampil menggunakan mikroskop serta membuat preparat. Akibatnya waktu tidak cukup.

Masih kurangnya aktivitas berfikir bersama pada siklus I, kemungkinan disebabkan siswa belum terbiasa dengan pembelajaran yang menekankan pentingnya saling berinteraksi, meyakinkan yang lain, dan menyamakan persepsi. Penyebab lainnya adalah kurangnya bimbingan guru dalam mengajarkan pentingnya bekerja sama (keterampilan sosial) dalam kelompok. Guru hanya membimbing melakukan pengamatan dan membuat preparat.

Ketidaktuntasan hasil belajar siswa pada siklus I ada hubungannya dengan masih ada siswa yang bekerja sendiri dalam mengerjakan tugas atau menjawab pertanyaan dan pengelompokan yang kurang heterogen. Sehingga ada kelompok lebih banyak siswa yang lemah dari pada siswa yang pintar.

Hasil observasi pembelajaran siklus II berjalan jauh lebih baik dari siklus I. Siswa yang tidak disiplin menjawab soal kuis dapat diatasi dengan memberikan sanksi kepada kelompok berupa tidak boleh menjawab soal berikutnya. Bimbingan intensif baik dari segi menyelesaikan tugas-tugas kelompok maupun mengajarkan keterampilan sosial (dengan cara mengingatkan untuk berfikir bersama), menyebabkan aktivitas mengerjakan tugas, berfikir bersama (berinteraksi, meyakinkan tiap anggota, menyamakan persepsi), dan menjawab kuis cukup menonjol. Kegiatan-kegiatan ini merupakan butir-butir yang kuat pada aktivitas siswa. Sehingga kriteria aktivitas siswa baik sekali. Ini berarti sudah di atas indikator kinerja yang ditetapkan yaitu baik. Dan dampak positifnya adalah meningkatnya hasil belajar siswa.

Bentuk pertanyaan kuis yang dirancang guru berupa penggalan-penggalan deskripsi suatu konsep, memotivasi siswa harus berkonsentrasi mendengarkan soal yang dibacakan agar tidak salah dalam menjawab.

Dari respon yang diberikan siswa dapat disimpulkan bahwa pembelajaran yang dilaksanakan merupakan hal baru, merasa senang mengikuti pelajaran, tugas lebih mudah dikerjakan, memotivasi mengerjakan tugas, merasa siap untuk menjawab pertanyaan, memusatkan perhatian dan berfikir kritis, serta lebih bergairah. Ini menunjukan bahwa pembelajaran biologi yang mengintegrasikan kuis ke dalam model pembelajaran numbered-head-together mendapat respon positif dari siswa.



Kesimpulan dan Saran



Kesimpulan dari penelitian tindakan kelas ini adalah:

1. Pembelajaran Biologi dengan mengintegrasikan kuis ke dalam model pembelajaran kooperatif numbered-head-together dapat meningkatkan aktivitas siswa dalam berkelompok, mengerjakan tugas-tugas, berfikir bersama, dan menjawab kuis.

2. Pembelajaran Biologi dengan mengintegrasikan kuis ke dalam model pembelajaran kooperatif numbered-head-together dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas I SMP Negeri 1 Danau Panggang.

3. Respon siswa terhadap pembelajaran Biologi yang mengintegrasikan kuis ke dalam model pembelajaran kooperatif numbered-head-together adalah positif.



Hal-hal yang disarankan peneliti untuk guru-guru yang ingin melakukan penelitian yang sama adalah:

1. Proses bimbingan intensif dalam hal menyelesaikan tugas-tugas kelompok dan pentingnya bekerja sama dalam kelompok sangat menentukan keberhasilan pembelajaran terutama dalam hal meningkatkan aktivitas siswa.

2. Dalam merancang pembelajaran ini perlu analisis materi yang akan diajarkan dengan alokasi waktu dan pengetahuan prasyarat siswa (dalam penelitian ini pengetahuan menggunakan mikroskop dan membuat preparat) terlebih dahulu.

3. Pengelompokan siswa harus betul-betul heterogen dari segi tingkat kecerdasan karena sangat menentukan keberhasilan kelompok.







Daftar Pustaka



Depdiknas. 2003. Kurikulum 2004 Standar Kompetensi Mata Pelajaran Sains Sekolah Menengah Pertama dan Madrasah Tsanawiyah, Jakarta: Depdiknas.

Depdiknas. 2004. Model-Model Pengajaran dalam Pembelajaran Sains (Materi Pelatihan Terintegrasi Sains). Jakarta: Depdiknas.

Depdiknas. 2004. Penulisan Karya Ilmiah (Materi Pelatihan Terintegrasi Sains). Jakarta: Depdiknas.

Depdiknas. 2004. Penelitian Tindakan Kelas (Materi Pelatihan Terintegrasi Sains). Jakarta: Depdiknas.

Depdiknas. 2005. Kurikulum 2004 Pedoman Khusus Pengembangan Sistem Penilaian Berbasis Kompetensi Sekolah Menengah Pertama Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam. Jakarta: Depdiknas.

DePorter, Bobbi., Readon, Mark., dan Nourie, Sarah Singer. 2005. Quantum Teaching: Mempraktikan Quantum Learning di Ruang Kelas. Bandung: Kaifa.

Ibrahim, M., Rachmadiarti, F., Nur, M., dan Ismono. 2000. Pembelajaran Kooperatif. Surabaya: University Press UNESA.

Nasution. (2000). Didaktik Asas-Asas Mengajar. Jakarta: Bumi Aksara

Nur, M. 1996. Konsep Tentang Arah Pengembangan Pendidikan IPA SMP dan SMU Lima Tahun yang Akan Datang. Jakarta: Depdikbud Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Umum.

Rachmadiarti, Fida. 2003. Pembelajaran Kooperatif. Jakarta: Proyek Peningkatan Mutu SLTP

Suharsimi., Suhardjono., dan Supardi. 2006. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Bumi Aksara.

Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. 1995. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta. Perum Balai Pustaka.







* Guru IPA SMP Negeri 1 Danau Panggang

LIHAT MAKALAH PTK LAINNYA? KLIK DI SINI

Download Ebook: Karakteristik dan Tujuan Model Pembelajaran Kooperatif
29 Tanggapan ke “Meningkatkan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas I SMP Negeri I Danau Panggang Melalui Kuis Numbered Heads Together”
Pengumpan untuk Entri ini Alamat Jejakbalik

1.
1 catra Mei 7, 2008 pukul 6:53 pm

pak, biologi dari dulu menjadi momok bagi saya pak…….
apalagi pelajaran kelas 2, sistem pencernaan, pernafasan, dan sistem2 lain pada manusia dan tumbuhan…..

uuh

to Catra
Belajar-nya seseorang banyak dipengaruhi interest (minat).
Sekali kita menganggap suatu mata pelajaran/mata kuliah adalah momok, maka semakin sulit kita mempelajarinya.
Tapi ya itu tadi, interest tiap orang beda-beda. Kamu kan interest-nya pada bidang fisika dan kalkulus (jadi ingat postingan kamu tentang Bu Indah).
Mempelajari sistem-sistem organ pada tubuh tumbuhan, atau tubuh hewan-manusia harus secara utuh. Gak boleh terpisah-pisah. Maksudnya gini, sistem-sistem organ tu saling terkait, erat sekali. Ini yang jarang guru berikan pada siswa. Mereka mengajarkan setiap sistem-sistem itu, tapi tidak memberikan bagaimana sistem yang satu terkait dengan sistem yang lain. Wah, jadi kayak kuliah TPB biologi umum (kamu dah lulus kan?)
Atau kayak di fisika, kalau kita mempelajari kerja dan energi, kita juga harus mengerti gaya, gerak, vektor, besaran-satuan, dan lain-lain (kamu lebih tau dunk). Nah, ini tidak bagus kalau cuma sekedar tau/paham masing-masing konsep ini. Harus selangkah lebih jauh, yaitu bagaimana kesemua konsep itu saling berkait.
Note: Kalau asyik berorganisasi jangan lupa sama kuliahnya ya….
Bagi waktu yang adil, proporsional….(he..he…sok nasehatin)
2.
2 ardansirodjuddin Juli 5, 2008 pukul 12:29 pm

Wah kreatif juga Bapak, Selamat dech Bapak menjadi bagian kecil guru yang kreatif dan inovatif dari pasukan besar guru yang stagnan dan jalan ditempat. Salam kenal Bapak dari saya, kalau boleh berkunjung ke blog saya. Matur nuwun
3.
3 ardansirodjuddin Juli 5, 2008 pukul 12:32 pm

Wah ternyata belum ada link nya, kunjungi blog saya di http://www.ardansirodjuddin.wordpress.com

=======================
ardansirojudin

Saya udah kunjungi. Blog Bapak bagus, prestasinya juga banyak. Nyerah deh saya sama Pak guru SMK ini. :smile:
4.
4 ahmad saifullah September 14, 2008 pukul 10:27 am

terimah kasih saya dapat memanfaatkan blog ini
5.
5 tasha September 26, 2008 pukul 3:00 pm

pak,saya mau nanya,saya paling malas belajar tentang IPA,apalagi Biologi karna pembahasan terlalu banyak dan terlalu rumit,apalagi kalau di tanya bhs.latin hewan atau tumbuhan…uuh gak ingat deh apa bhs.latinnya.
Gimana sih caranya agar saya tertarik ama biologi kalau bisa lah mau mempelajarinya …soalnya saya di kelas susah nangkapnya abis susah sih…
6.
6 selamat November 13, 2008 pukul 8:20 am

bagus..
7.
7 JASMANSYAH November 24, 2008 pukul 10:14 am

good
8.
8 wahyudiutomo Desember 31, 2008 pukul 11:31 am

selamat…itu namanya gutu keatih…tingkay\an lahi di masa yg akan datang…bravo guu2 indonesia
9.
9 wahyudiutomo Desember 31, 2008 pukul 11:32 am

selamat…semoga sukses…bravo guu2 indonesia….kita kalahkan amerika yuk…
10.
10 edi Januari 15, 2009 pukul 11:29 am

Selat siang Pak1!
Salam kenal,saya edi yang berasal dr prov kepri yg kul disalah satu Perguruan tinggi diriau jurusan Biologi FKIP.Saya baru pertama membaca artikel penelitian bapak dan saya langsung tertarik dengan selogan yg bapak buat yg bunyinya”mencoba belajar sambil berbagi untuk memajukan dunia pendidikan”oleh karena itu saya berharap kesediaan bapak untuk menyumbangkan pikiran buat saya yang sekarang sedang melakukan penelitian dengan Judul:Penerapan pembelajaran contextual teaching and learning dengan metode pratikum untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas VII SMP”mohon masukan dan referensi online melalui email saya.saya tunggu kiriman file CTL dari Bapak.wassalam.
11.
11 Eni purwanti Januari 24, 2009 pukul 8:47 am

Slm kenal pak.,sy seorang guru Yg mau membuat PTK ..jdlnya ttg motivasi jk alat ukurnya hnya aspek kognitif dan psikomor sj blh tdk ya..trims.
12.
12 Menik Februari 23, 2009 pukul 7:27 pm

Pak, saya salut guru di daerah sudah mampu buat PTK, yang di Jakarta banyak yang masih kelimpungan untuk buat PTK.
Sekali lagi selamat……
13.
13 Ela Februari 26, 2009 pukul 1:20 pm

Model pembelajaran dengan memanfaatkan portofolio di buku LKS dari MGMP kira-kira efektif ndak ?
Kalo GTT membuat PTK ada gunanya ndak sih ? ?
Klo cari dana penelitian, proposal diajukan kemana ?
Mksh.
14.
14 martumi Maret 13, 2009 pukul 1:16 pm

tolong saya dikirim contoh PTK untuk biologi SMP.trims.
15.
15 CHely Maret 17, 2009 pukul 4:15 pm

keren pak
16.
16 meidia April 9, 2009 pukul 11:26 am

apakah ada ptk yang bisa diterapkan untuk siswa smp di daerah yang terpencil dimana pendidikan kurang mendapat respon?
17.
17 hani Mei 24, 2009 pukul 6:13 pm

tq ini yg q cari

==============
@ hani
semoga bermanfaat :)
18.
18 MOCH. SUGIYONO Juni 7, 2009 pukul 6:56 pm

mas q minta bab II dan III dan VI ya buat skripsi.
judulku adalah “PENGARUH PEMBERIAN KUIS DAN PEMBERIAN PEKERJAAN RUMAH (PR) TERHADAP PRESTASI BELAJAR PESERTA DIDIK DENGAN MODEL NUMBERED HEAD TOGETHER PADA SUB MATERI POKOK BANGUN RUANG

TOLONG YA DIKIRM BALIK

THANKS

FROM
SOE GIE
19.
19 Sri Marjoko September 24, 2009 pukul 8:19 pm

Kami juga guru SMP mengajar IPA ada niat untuk membuat PTK mohon dikirim lengkap contoh dan instrumennya untuk kami pelajari trimaksih
20.
20 arif Januari 13, 2010 pukul 3:42 pm

bagus
21.
21 arif Januari 13, 2010 pukul 3:44 pm

Kalau bisa tolong laporan akhirnya biar jadi refren atau contoh buat aku
22.
22 Ato Illah Februari 20, 2010 pukul 8:20 am

Luar biasa, bagus banget….

===========
@ ato illah

thanks. semoga bermanfaat.
23.
23 sumarjito Februari 21, 2010 pukul 4:29 pm

Ass, pak Hadi, tak sengaja aku temui blog ini, selamat ta

==========
@ sumarjito

Oh, Bapak Instruktur dan Pengarang Buku Primagama. Selamat datang, Pak. Bangga, blog ini bisa ditemuin sama Bapak. :)
24.
24 arifah April 26, 2010 pukul 4:22 pm

tolong saya dikirimi contoh ptk lengkap ke email saya sbg acuan untuk mencoba membuat ptk,matur nuwun
25.
25 yusuf hudjuala April 28, 2010 pukul 3:18 pm

haloo selamat sore bisa kenalan dengan kamu
26.
26 yusuf hudjuala April 28, 2010 pukul 3:20 pm

ko lama sekali kamu mengirimnya
27.
27 suthe fisika Mei 16, 2010 pukul 2:43 pm

pa ada materix tentang pemberian kuis ya mas???ato teori atau bntuknya tentang pemberian kuis…………..
28.
28 suthe fisika Mei 16, 2010 pukul 2:45 pm

tolong ya pa………..teori tentang pemberian kuis……???????


1. 1 Pengembangan Profesi Guru dan Karya Tulis Ilmiah « Bimbingan Konseling Lacak balik pada Juni 1, 2008 pukul 1:44 am

Tinggalkan Balasan
Klik di sini untuk membatalkan balasan.

Masuk log sebagai . Keluar log »

Nama

E-mail

Situs web

Beritahu saya mengenai komentar-komentar selanjutnya melalui surel.

Beritahu saya tulisan-tulisan baru melalui surel.
« Renungan di Selasa, 22 April 2008
Cerita Pendek yang Jadinya Gak Pendek: Pubertasnya Muhammad Satria Pamungkas (Part 2) »

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar